Wednesday, September 19, 2018

Business Technology mengarah ke mana?


Sebelum itu kita perlu mengetahui apa itu bisnis teknologi. Business technology atau sering disingkat BT adalah penerapan teknologi informatika dalam mengelola dan meningkatkan produktivitas bisnis. Kehadiran layanan untuk bisnis teknologi sendiri mencirikan bahwa semakin meningkatnya kepercayaan para pengelola bisnis terhadap teknologi informatika. Jadi Business technology merupakan ikatan antara Bisnis dengan teknologi informatika, atau sering dikenal dengan istilah IT (Information Technology).


Pertanyaannya adalah, Mengapa Anda perlu untuk menggunakan produk IT dalam usaha Anda?
 

Di masa lalu, tentu terdapat banyak hal yang menyebabkan kendala dan hambatan dalam produktivitas bisnis. Hambatan hambatan dapat berupa bottlenecks, penugasan ganda, kurangnya pengawasan, dan masalah integrasi. Hambatan hambatan inilah yang merupakan sasaran dari business technology. 

Bottlenecks merupakan istilah melambatnya atau bahkan terhentinya proses produksi yang dikarenakan masalah tenaga kerjanya (Human Error) ataupun pada mesin. Bottlenecks dalam skala yang kecil tidaklah terlalu berpengaruh, seperti halnya beberapa tenaga ahli yang cuti untuk sesaat. Namun, jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka dikatakan proses indurstri tersebut terancam. Seperti halnya bila terjadi gangguan koneksi antara kantor cabang dengan pusat. Tentunya kegiatan pelaporan hasil penjualan (invoicing) atau masalah pembukuan lainnya akan terganggu. Bila hal ini terjadi hanya sekali saja, tentu tidaklah masalah. Namun, bila terjadi berkali – kali dan terus menerus, bisa menjadi pertanda bisnis Anda akan terhenti.

Penugasan ganda dapat berupa ketidak-efektifan pekerja. Banyak pekerja yang mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh satu orang saja. Selain penugasan ganda, ketidak-efektifan juga karena proses yang terlalu rumit dan terdapat bagian yang tidak perlu dilakukan. Untuk meningkatkan efektifitas produksi, seorang manajer perlu menerima umpan balik dari pekerjanya. Kegiatan ini memerlukan perekaman, pencatatan, dan presentasi untuk mencocokkan kondisi proses yang sedang berlangsung dengan kontribusinya terhadap hasil atau tujuan perusahaan. Bila terdapat proses yang terkesan “mubazir”, maka kita perlu mengambil tindakan untuk menyederhanakannya. Di sinilah peran Business Technology. Proses pelaporan ini akan optimal dan juga saat pemetaannya akan menjadi jauh lebih baik sehingga para pengelola perusahaan akan lebih cepat mencari solusinya.
Contoh proses yang mubazir seperti masalah presensi kehadiran karyawan. Beberapa perusahaan yang masih terbelakang akan mengharuskan pegawainya mengabsen kehadiran di kantor pusat, kemudian dari kantor pusat, pegawai menuju ke kantor cabang. Begitu pula dengan pulangnya. Hal ini tidak diperlukan bila Kantor cabang memiliki piranti absen yang terhubung ke pusat. Sehingga karyawan yang bertugas di kantor cabang tidak perlu menuju ke kantor pusat terlebih dahulu. Hal ini sah sah saja bila kantor cabang dan pusat jaraknya masih dalam satu kota. Namun, meskipun demikian proses transportasi tersebut menguras tenaga. Bila karyawan Anda sudah berusia 40-an ke atas, tentu akan mengurangi produktivitas mereka karena kelelahan.


Masalah lainnya adalah kurangnya pengawasan (lack of visibility) adalah keadaan manager yang tidak mengetahui kondisi dari proses bisnis yang sedang berlangsung. Ini berarti sang manjer tidak tahu menahu tentang bagaimana operatornya mengerjakan berbagai pekerjaan di lapangan. Mungkin karena terlalu banyak urusan yang lebih penting. Kebutuhan akan visiablitas sangatlah riskan untuk kebutuhan observasi. Dan juga kegiatan seperti korupsi dan kecurangan dapat dihindarkan.
Dan yang terakhir adalah masalah integrasi. Masalah seperti ini erat kaitannya dengan ketidak-sinkronan penggunaan sistem komunikasi. Misalnya peralatan Telkom di pusat terlalu canggih dan ketika memberitahu cabang, di kantor cabang teknologinya belum berkembang sehingga informasinya tidak tersampaikan.

Selain untuk meminimalisir dampak kerugian – kerugian yang seperti di sebutkan di atas, koneksi internet yang cepat dan bisa diakses oleh seluruh kalangan warga perusahaan akan mempercepat para karyawan maupun manager dalam mencari refrensi dan solusi ataupun sekadar memantau perkembangan teknologi dan pasar. Dan tentunya juga sistem informasi bisa mencegah adanya aktifitas yang tidak perlu dari peggunaan internet ini.

Di jaman teknologi yang serba cepat dan efisien, kita tidak mempunyai pilihan selain merombak cara-cara kuno dalam berbisnis. Maka, suatu keharusan bagi kita untuk menerapkan business technology untuk bisa bersaing di dunia seperti sekarang ini.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bisa memberikan inspirasi.

No comments:

Post a Comment